Sunday, April 18, 2021

Seperti Apa Tulisan yang Baik?

(Pixabay/Adhita Diansyavira)

Banyak penulis pemula yang menciptakan standar yang terlalu tinggi terhadap hasil penulisannya. Itu sebabnya banyak dari mereka yang kemudian merasa tidak PD untuk mengirimkan karyanya ke penerbit. Salah satu alasannya adalah karena mereka merasa tulisannya tidak menarik.

Sehingga salah satu pertanyaan yang muncul dalam benak para penulis pemula adalah seperti apa, sih, tulisan yang menarik itu?

Jika kepada saya ditanyakan pertanyaan seperti itu, maka jawaban saya cukup sederhana.

Saya tidak akan mengatakan bahwa tulisan yang baik itu adalah yang menggunakan kata-kata yang indah atau menyusun kalimat dengan njelimet.

Melainkan tulisan yang baik itu adalah yang “ketika orang membaca bisa menangkap yang Anda maksud”.

Serhana bukan!?. Itu sebabnya mengapa ada kalimat yang disebut tidak baku, karena penggunaan kalimat itu bisa multitafsir atau tidak jelas maknanya.

Makanya dengan tujuan itu, kadang penulis tidak membutuhkan kata-kata yang terlalu abstrak, melainkan kata-kata sederhana yang biasa ia gunakan sehari-hari. Sehingga pembaca mudah memahami.

Jadi ingin tahu tulisan Anda menarik atau tidak. Mintalah rekan Anda membaca karya Anda, dan tanyakan apa yang mereka pahami?

Bagaimana menurut mereka, apakah tulisan Anda cukup mudah dimengerti dan menarik? Jika mereka katakan ya, berarti tulisan Anda cukup baik. (HS)

Menulis Harus Menyenangkan

(Pixabay/Adhita Diansyavira)


Mengapa banyak penulis yang begitu bersemangat pada awal akan menulis, lalu loyo dipertengahan jalan?

Salah satu penyebabnya, mereka menjadikan menulis sebagai aktivitas berat ibarat kerja rodi yang harus selesai tepat waktu. Anda mustahil menulis hingga karya Anda tuntas jika Anda tidak menikmati prosesnya.

Bayangkan saja, untuk menyelesaikan naskah hingga ratusan lembar yang berisikan ribuan kata, butuh waktu menulis dalam panjang. Jelas Anda harus memiliki passion ketika menulis.

Oleh sebab itu Anda harus menjadikan menulis sebagai aktivitas menyenangkan. Tentu bagaimana caranya?

Ekpsresi Diri

Sederhana, Anda harus menjadikan menulis sebagai aktivitas untuk mengekspresikan diri. Ini berbeda jika Anda harus menulis dengan cara yang bukan diri Anda.

“Saya ingin menulis seperti Hermawan Kertajaya”, ungkap seorang penulis.

Tentu tidak ada salahnya. Namun ketika Anda menulis dengan cara yang bukan diri Anda, maka akan menghambat energy kreatif diri Anda yang berakhir pada kelelahan psikologis, ditandai dengan kemandekan ide, malas ditengah jalan dsb.

Lalu bagaimana agar Anda menikmati proses penulisan dan kelelahan psikologis?

Sebelum saya menjelaskan, saya coba mengajukan pertanyaan sederhana. Apakah Anda bisa membedakan teman-teman Anda berdasarkan cara mereka berbicara?

Tentu jawabannya saya yakin, ya. Mungin ada rekan yang memilih menggunakan bahasa yang tidak to the point ketika menjelaskan sesuatu. Namun ada juga yang lebih blak-blakan.

Pilihan kata yang mereka gunakan juga berbeda-beda. Anda yang suka menggunakan kata “aku”, “saya”, “kita” untuk menunjukkan dirinya, dsb. Dan Anda bisa menilai kepribadiannya berdasarkan cara mereka berbicara dan menggunakan bahasa.

Artinya cara kita berbicara sesungguhnya mencerminkan karakter kepribadian kita.

Lalu apa kaitannya dengan menulis?

Jelas ada. Agar Anda bisa mengekspresikan diri melalui tulisan, menulislah dengan bahasa yang dekat dengan bahasa tutur Anda. Karena cara Anda berbicara sesungguhnya mencerminkan siapa diri Anda, karakter Anda.

Bagikan Diri Anda

Selain menulis dengan bahasa yang dekat dengan bahasa tutur Anda, agar Anda merasakan kesenangan ketika menulis. Lakukanlah itu ibarat seorang anak kecil yang mencoret-coret dinding yang ia tidak pernah memikirkan apakah Ibunya akan marah, atau pekerjaannya itu tidak menyenangkan orang lain.

Apa yang ada dipikirannya bagaimana mengekspresikan diri melalui goresan-goresan di dinding.

So, lakukan yang sama ketika Anda menulis. Tulislah apa yang Anda anggap benar, yang mewakili pikiran, persepsi, ingatan Anda, dengan cara yang Anda anggap menyenangkan. Lakukankah itu secara terus menerus. Tidak perlu pusingkan apakah tulisan itu menarik atau tidak.

Setelah Anda menikmati proses menulis, dijamin akan lebih mudah bagi Anda menyusun sebuah karya. Daripada Anda bercita-cita membuat sebuah karya masterpiece namun Anda belum menikmati proses pembuatannya. (HS)

Membuat Tulisan Web yang Memikat

(Pixabay/Adhita Diansyavira)

Salah satu syarat agar Anda bisa menjual produk, jasa atau keahlian Anda melalui website atau blog, adalah dengan terlebih dahulu menarik banyak orang berkunjung ke situs Anda.

Tidak ada manfaatnya, sebuah situs yang dirancang dengan apik dan dilengkapi berbagai fitur menarik namun minim pengunjung.

Lalu bagaimana caranya mendatangkan banyak orang berkunjung ke situs Anda?

Tidak lain adalah dengan mengisi situs Anda dengan informasi yang menarik. Atau dengan kata lain Anda harus menampilkan artikel-artikel menarik dalam web atau blog Anda.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara membuat tulisan yang memikat?

Agar menarik banyak orang berkunjung ke situs Anda, sebaiknya tulislah artikel yang ringan, atau bersifat how to.

Misalnya Anda ingin mempromosikan kepakaran Anda sebagai ahli keuangan, buatlah tulisan tentang cara menyusun buku keuangan sederhana, atau cara melakukan audit internal.

Tulisan tersebut sebaiknya simple, mudah dipahami. Pasalnya tulisan seperti itu relatif dibutuhkan banyak pembaca dibandingkan tulisan yang bersifat teknis.

Artikel tersebut tidak perlu terlalu panjang. Dengan 3 alinea saja sudah cukup, plus dengan kalimat yang pendek.

Sebaiknya gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami serta hindari penggunaan istilah teknis. Lalu lengkapi dengan judul yang menarik perhatian.

Dengan membuat tulisan sedemikian maka akan banyak orang yang tertarik membacanya lalu mengakses situs Anda.

Sebaiknya buatlah tulisan seperti ini setiap hari atau setidaknya berkala, misalnya 3 x seminggu atau 4 x seminggu.

Manfaatnya adalah, dengan semakin banyak orang yang mengakses situs Anda untuk membaca artikel yang Anda pajang, akan sangat mungkin blog atau website Anda terlist pada hasil pencarian teratas oleh search engine seperti google, atau yahoo.

Atau orang yang berulang kali mengunjungi situs Anda dan mendapatkan manfaat dari tulisan-tulisan Anda sangat mungkin menjadi calon konsumen Anda.

Pasalnya orang baru akan membeli produk atau menggunakan jasa Anda umumnya setelah kunjungan ke 7 menurut Joe Vitale, pakar marketing online. (HS)